Kapal di Atas Rumah, Objek Wisata di Lampulo

Ditulis oleh Ni Luh Made Pertiwi F | Aloysius Gonsaga Angi Ebo Rabu, 07 September 2011 23:01

lampuloBANDA ACEH, KOMPAS.com – Gampong Lampulo di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, menjadi desa wisata. Masyarakat setempat menyatakan kesiapan mereka untuk menjadikan kawasan tersebut desa wisata.

“Selain kesiapan masyarakatnya, Gampong Lampulo juga memiliki sejumlah objek wisata layak jual,” kata Geuchik (kepala desa) Lampulo Alta Zaini di Banda Aceh, Selasa (6/9/2011).

Ia menuturkan kesiapan masyarakat menjadikan Lampulo sebagai gampong wisata bisa dilihat dari sikap ramah dalam menyambut kedatangan para wisatawan.

Sebelumnya, lanjutnya, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menetapkan Gampong Lampulo sebagai desa wisata guna mendukung program tahun kunjungan Banda Aceh 2011.

Salah satu objek wisata yang paling terkenal di Lampulo adalah kapal di atas rumah. Objek wisata itu merupakan saksi bisu sejarah bencana alam gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

“Kapal kayu nelayan itu terdampar di atas rumah warga usai tsunami menerjang. Lebih 100 wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung ke kapal di atas rumah tersebut setiap harinya,” katanya.

Selain itu, katanya, ada juga objek lainnya, seperti wisata pancing, kampung nelayan, dan sejumlah industri rumah tangga yang mendukung sektor pariwisata.

Ia mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Lampulo bisa mendapatkan beragam produk khas Aceh hasil industri rumah tangga para korban tsunami.

“Ikan kayu khas Aceh maupun produk perikanan lainnya hingga bordir Aceh bisa menjadi suvenir wisatawan. Semuanya produksi masyarakat Lampulo,” katanya.

Sementara, Kepala Biro Humas Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh Akmal A menyatakan, Gampong Lampulo memiliki potensi pariwisata menjanjikan.

Menurutnya, di Lampulo ada objek wisata laut dan sungai yang bisa dikembangkan. Apalagi letak geografisnya berdekatan dengan muara Krueng Aceh, sungai yang membelah Kota Banda Aceh.

“Industri kerajinan masyarakatnya bisa dikemas agar mampu mendukung sektor pariwisata. Apalagi di Lampulo didukung adanya hotel yang cukup representatif,” demikian Akmal.

2 Tanggapan

  1. alangkah berbedanya suasana lingkungan itu…di tempat itu begitu banyak kenangan semasa aq kecil hingga beranjak dewasa kenangan yang tak akan terlupakan hingga akhir hayat ku nanti…..y allah maafkan semua salah dan dosa kami amien
    cicik halimah anak dari bapak hasballah seorang pegawai negeri yg bekerja di dinas perikanan prop di aceh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: