Belajar Bijak dari Elang

 

Elang betina adalah “ibu teladan” yang mengurus anak dengan cinta. Sebelum bertelur, ia sudah menyiapkan sarang di bukit tinggi. Rangka dari ranting keras & duri tajam dilapisinya dengan rumput halus agar sarang itu enak & nyaman.

Setelah telurnya menetas, ia dengan memberi makan anaknya dengan rajin. Jika angin kencang berhembus, sang ibu segera merentangkan sayapnya untuk memberi perlindungan.

Suatu saat, anak elang terkejut karena jatah makanan tiba-tiba dihentikan. Ia menangis karena lapar. “Oh Ibu, mengapa begitu?”

Hari berikutnya, anak elang kaget lagi karena sang ibu mengibaskan sayapnya dengan keras. Rumput halus pun berhamburan keluar dari sarang, tinggal duri-duri tajam yang menusuk badan. Mereka menangis kesakitan. “Ibu, tega sekali?”

Hari berikutnya lagi, anak elang terkejut saat diusir dari sarang. Ia didorong keluar hingga jatuh melayang. “Ibu, kenapa mau membunuh anakmu..?”

Namun ketika hampir sampai dasar jurang, sang ibu segera menyambar menyelamatkan.

Demikianlah. Berulang kali mereka dijatuhkan, sampai suatu saat mereka mulai mengepakkan sayap dan anak elang bisa terbang dan belajar mencari hewan buruan. Pada saat itu, barulah anak elang sadar bahwa induknya telah mengajarkan kerasnya kehidupan. Ia harus bisa mandiri di belantara alam yang kejam untuk melestarikan kehidupan!

Sahabat yang Luar Biasa,

Orangtua tentu harus mengurus dan merawat putra/putrinya dengan cinta. Tapi ada saatnya mereka harus “tega” (misalnya dengan bersikap tidak serba “memberi”) agar anak-anaknya bisa jadi “dewasa” atau jadi orang yang punya mentalitas dan daya juang yang kuat di masa yang akan datang.

Salam sukses luar biasa!

Penulis : Tim AndrieWongso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: